Semenjak ditinggal oleh pemeliknya blog ini jadi usang.
Diary di kamar juga mulai berdebu.
Kalau saja mereka hidup, 1000 kali ucapan maaf rasanya tidak cukup.
Ya... Api dalam sekam masih terus membakar.
kian lama sekam-sekam itu mulai habis.
Tapi aku senang, hujan turun semakin deras dan semakin deras.
Sekam basah tak mudah terbakar bukan.?
Sekarang aku berusaha bangun dari keterpurukan.
Tak peduli sehebat apa penanya berlari, tak peduli setinggi apa ia terbang.
Aku sang putri bodoh akan terus menggeser posisiku maju.
Walau tak bisa berlari, aku akan terus merangkak.
Seperti Siput berlomba dengan kelinci
Seperti lebah madu yang berloba dengan elang
Walaupun ia pandai merangkai kata-kata yang mampu membius setiap orang yang membacanya.
Aku tidak peduli.
Aku akan terus menulis, tulisan dari hati.
Bukan untuk pamer pada semua orang, tapi untuk mewakili hati ini.
Karena blog dan Diary bukan tempat untuk pamer.
Blog dan Diary adalah temanku.
Dan aku,
Aku tidak boleh meninggalkan temanku.
Dan aku,
Aku tidak mau berteman dengan rasa malu dan rasa malas.
Gomenne Watasi
8.4.2013
Putri Dwi Sundari

0 komentar:
Posting Komentar